er
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Tugasku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Tugasku. Tampilkan semua postingan

Kelembagaan Masyarakat Maritim

2 komentar
Kelembagaan Masyarakat Maritim - Lembaga dalam suatu komunitas masyarakat pesisir terdiri dari organisasi pada tingkat nelayan serta kelembagaan masyarakat desa yang diartikan sebagai“norma lama” atau aturan-aturan sosial yang telah berkembang secara tradisionaldan terbangun atas budaya lokal sebagai komponen dan pedoman pada beberapa jenis/tingkatan lembaga sosial yang saling berinteraksi dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat untuk mempertahankan nilai. Norma lama yang dimaksud yaitu aturan-aturan sosial yang merupakan bagian dari lembaga sosial dan simbolisasi yang mengatur kepentingan masyarakat di masa lalu.


Salah satu komponen penting dalam program pembangunan kelautan dan perikanan adalah program pengembangan SDM agar lebih berkualitas, sehingga diharapkan mampu mengambil peran aktif dalam memanfaatkan sumber daya alam (SDA) yang kita miliki. Selain melalui pendidikan formal bidang perikanan, baik pendidikan menengah maupun pendidikan tinggi, maka pengembangan SDM pada institusi pendidikan khusus seperti pesantren menjadi sangat penting. Agar barisan SDM yang dapat berperan dalam pembangunan kelautan dan perikanan menjadi bertambah banyak serta merata terutama dikalangan penduduk wilayah pesisir yang umumnya sangat miskin.

Usaha-usaha pemerintah untuk membangun bangsa dengan menitik beratkan masyarakat pesisir sangat tepat. Namun memobilisir masyarakat pesisir, menggerakkan orang-orang pelaut untuk mengolah kekayaan laut yang tersedia bukanlah pekerjaan ringan dan mudah. Masyarakat pesisir yang sanggup berusaha sendiri, sanggup mencukupi kebutuhannya sendiri tidak dapat hanya digerakkan dengan aturan, perintah dan uang. Untuk waktu sesaat bisa saja berjalan, tetapi untuk jangka lebih jauh kelambanan-kelambanan akan terjadi. Dalam masyarakat pesisir, umumnya pengaruh kepemimpinan Kyai sebuah pesantren sangat amat besar. Sehingga peran kepemimpinan informil dalam menggerakkan usaha-usaha membangun masyarakat pesisir sangat dibutuhkan.


Nama     :    Andi Asrul Zani
Nim        :    A21113310
Jurusan   :    Manajemen (B)
Fakultas  :    Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin Makassar

Konsep Masyarakat Maritim

0 komentar
Konsep Masyarakat Maritim - Sudah menjadi suatu mitos yang berkembang ditengah-tengah masyarakat bahwa Indonesia memiliki kekayaan laut yang berlimpah, baik sumber hayatinya maupun non hayatinya, walaupun mitos seperti itu perlu dibuktikan dengan penelitian yang lebih mendalam dan komprehensif. Terlepas dari mitos tersebut, kenyataannya Indonesia adalah negara maritim dengan 70% wilayahnya adalah laut, namun sangatlah ironis sejak 46 tahun yang lalu kebijakan pembangunan kesehatan masyarakat tidak pernah mendapat perhatian yang serius dari pemerintah.

Munculnya tatanan masyarakat maritim sebagai suatu komunitas tradisional berawal dari kebangkitan kerajaan maritim di Sulawesi Selatan yang sangat berpengaruh di Kawasan Timur Indonesia pada abad XV – XVII. Setidaknya, ada tiga ciri utama pola dasar pembentukan kehidupan budaya masyarakat maritim yaitu kultur laut (tas‘ akkajang), tradisi agraris (pallaon ruma) dan mobilitas pasar (pasa-maroae) atau pedagang. Ketiga pola ini erat hubungannya dengan ekologi, letak geografis dan tatanan sosial-budaya masyarakat maritim.


Bila tasi’ akkajang dominan dalam aktivitas masyarakat, maka pranata-pranata yang tumbuh dalam masyarakat mengarah ke kultur laut. Dalam suasana seperti ini, ritual-ritual yang erat hubungannya dengan laut tumbuh dan menjadi pesat. Ilmu pengetahuan, seni, arsitektur, adat, mistik, hukum yang erat hubungannya dengan dunia kemaritiman tumbuh dengan pesatnya. Secara historis pertumbuhan masyarakat semacam ini dapat ditemukan pada daerah-daerah pesisir Sulawesi Selatan yang mendapat pengaruh dari kerajaan Gowa, kerajaan Makassar pada abad XVI – XVII. Bila aktivitas “pallaon-ruma” mewarnai kegiatan masyarakat, maka pranata-pranata yang tumbuh pun merujuk ke tradisi agraris. Pada masyarakat ini ditemukan ritual-ritual agraris. Ilmu pengetahuan, seni, arsitektur, adat, mistik, hukum dan lain-lainnya yang berkaitan erat dengan pertanian tumbuh pesat. Basis agraris ini dipengaruhi oleh kerajaan Bone, Sidenreng dan Soppeng yang merupakan kerajaan agraris Bugis dan sangat berpengaruhi di daerah pedalaman Sulawesi Selatan pad abad ke XV – XVII.

Bila aktivitas pasa’ maroae atau pa’ balu-balu lebih dominan dalam masyarakat maritim, maka aturan-aturan atau adat istiadat yang menyangkut perdagangan/jual beli (bicaranna pabalue) menjadi ketentuan yang sangat dipatuhi oleh masyarakat. Kondisi masyarakat semacam ini berada di bawah pengaruh kerajaan Wajo yang hingga sekarang dikenal sebagai negeri asal para pedagang Bugis. Konsep budaya maritim, tidak hanya terbatas pada masalah tasi’ akkajang tetapi juga sangat erat hubungannya dengan pasa’ maroae atau pa’ balu-balu yang dilakukan melalui pelayaran dan lintas laut. Corak niaga semacam ini disebut passompe atau perniagaan laut.

Kompleksitas perwujudan budaya yang berhubungan dengan laut, dapat dilihat dari dua sisi. Pertama, tradisi besar kemaritiman, diwakili kaum bangsawan, orang-orang baik (tubaji), dan orang-orang kaya (tukalumannyang), para pemilik modal, serta penduduk perkotaan di pesisir pantai. Kedua, tradisi kecil kemaritiman diwakili rakyat biasa atau nelayan, para sawi (klien). Pada tradisi besar kemaritiman ditemukan kompleksitas budaya yang mencakup; ide-ide gagasan-gagasan, nilai-nilai, aturan-aturan, tindakan-tindakan, dan aktivitas serta benda-benda hasil karya yang berhubungan dengan laut, baik secara langsung atau tidak langsung. Secara harfiah dapat dikatakan bahwa filsafat, seni, mistik, arsitektur, birokrasi, perang dan lain-lain bersumber dari tradisi besar. Dengan demikian, tampak adanya perbedaan antara kebudayaan maritim dan kebudayaan nelayan.

Nelayan acap kali diasosiasikan dengan kemiskinan dan karenanya budaya nelayan atau kebiasaan masyarakat pesisir diidentikkan dengan kemiskinan atau budaya orang miskin. Meskipun tak dapat disangkali bahwa pendukung kebudayaan maritim adalah kaum nelayan, tetapi nelayan hanyalah kelompok masyarakat pemangku “abiasang jemma tebbe” (little tradition) dari masyarakat bahari. Jaringan aktivitasnya sangat terbatas pada penangkapan ikan, sistem pengetahuan yang berkembang pun berhubungan erat dengan penangkapan ikan dan sumberdaya laut, sementara jaringan sosial-nya sangat terbatas pada network pinggawa-sawi (patron-klien). Sedangkan Badan Pendidikan Latihan dan Penyuluhan Pertanian (BPLPP) Departemen Pertanian mengartikan nelayan sebagai pengelola usaha penangkapan ikan yang sebagian atau seluruh pendapatannya diperoleh dengan jalan melakukan penangkapan ikan di laut atau perairan umum.

Nama     :    Andi Asrul Zani
Nim        :    A21113310
Jurusan   :    Manajemen (B)
Fakultas  :    Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin Makassar

Sejarah Negara - Negara Maritim Dunia

2 komentar
Sejarah Negara - Negara Maritim Dunia - Di dalam UNO (United of Nations Organization), atau PBB terdapat sebuah organisasi yang bernama IMO (International Maritime Organization), atau Organisasi Maritim Internasional, yang didirikan pada tahun 1948 untuk mengkoordinasikan keselamatan maritim internasional dan pelaksanaannya. IMO ini berpusat di London, Inggris. Ada 170 Members di IMO dan 3 Associate Members, beberapa diantaranya yang akan kami bahas berikut ini:

1. Sejarah Maritim Negara China Berawal dari Dinasti Song
Dinasti Song adalah salah satu dinasti yang memerintah di Cina antara tahun 960 sampai dengan tahun 1279 sebelum Cina diinvasi (diserang atau dikuasai) oleh
bangsa Mongol. Dinasti ini menggantikan periode Lima Dinasti sebelumnya dan setelah kejatuhannya digantikan oleh Dinasti Yuan. Dinasti song ini merupakan pemerintahan pertama di dunia yang mencetak uang kertas dan merupakan dinasti Cina pertama yang mendirikan angkatan laut.  Dinasti Song dibagi ke dalam dua periode berbeda, Song Utara dan Song Selatan. Semasa periode Song Utara dinasti ini mengontrol kebanyakan daerah Cina pedalaman, pada masa ini juga banyak sekali inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi dengan mendukung berbagai karya-karya ilmiah Song Selatan.

Dinasti Song telah mendirikan angkatan laut permanen pertama di Cina pada tahun 1132. Pada tahun 1142, Dinasti Song Selatan berhasil meningkatkan ekonomi dan mempertahankan eksistensinya melawan Dinasti Jin. Dinasti Song Selatan memiliki perwira-perwira militer Pemerintah Song juga mensponsori proyek-proyek besar seperti pembuatan kapal, perbaikan pelabuhan, pembangunan menara api dan gudang pelabuhan untuk mendukung perdagangan maritim luar negeri dan pelabuhan laut internasional seperti Quanzhou, Guangzhou, dan Xiamen, yang menyokong aktivitas perdagangan Cina.
Dinasti song berakhir pada tahun 1279 Setelah peperangan sporadis selama dua decade (10 tahun) Cina kemudian disatukan kembali di bawah Dinasti Yuan (1271–1368)Cina bergabung dalam IMO pada tanggal 1 March 1973.

2. Sejarah Maritim Negara Vietnam Berawal dari Kerajaan Champa
Kerajaan Champa adalah kerajaan yang pernah menguasai daerah yang sekarang termasuk Vietnam tengah dan selatan, diperkirakan antara abad ke-7 sampai dengan tahun 1832. Komunitas masyarakat Champa, saat ini masih terdapat di Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia dan Pulau Hainan (Tiongkok).
Kekuasaan Daerah Champa meliputi area pegunungan, yaitu di sebelah barat daerah pantai Indochina, yang meliputi wilayah Laos sekarang. Akan tetapi, bangsa Champa lebih berfokus pada laut dan memiliki beberapa kota berbagai ukuran di sepanjang pantai, sebagai jalur penghubung penting dalam Jalur Rempah-rempah (Spice Road) yang dimulai dari Teluk Persia sampai dengan selatan Tiongkok; dan kemudian ia juga termasuk dalam jalur perdagangan bangsa Arab ke Indochina. Dan berdassarkan sejarah terdapat kota kecil yang bernama Hoi An, di pantai di Laut Cina Selatan di selatan Central Coast Vietnam, yang terletak di provinsi Quang Nam. Hoi An ini merupakan pelabuhan perdagangan oleh Nguyen Nguyen Hoang, Hoi An adalah salah satu pelabuhan dan perdagangan yang paling penting di Laut Cina Selatan.
 
Champa memiliki hubungan perdagangan dan budaya yang erat dengan kerajaan maritim Sriwijaya, dan Majapahit. Vietnam bergabung dalam IMO pada tanggal 12 June 1984.

3. Sejarah Maritim Negara Inggris (United Kingdom Of Great Britain).
Berawal dari Imperium Britania (kekaisaran Ingrris) Imperium Britania berawal pada tahun 1897. Imperium Britania adalah imperium paling luas di dalam sejarah dunia dan pada suatu periode tertentu pernah menjadi kekuatan utama di dunia. Imperium ini merupakan produk dari era penemuan Eropa, yang dimulai dengan penjelajahan maritim global negara-negara Iberia pada akhir abad ke-15 yang menandai era kerajaan global Eropa. Pada tahun 1921, Imperium Britania mencakup populasi antara 458 juta orang, kurang lebih seperempat populasi dunia, dan membentang seluas lebih dari 36 juta km², sekitar seperempat luas total bumi. Walaupun wilayah-wilayah tersebut sekarang telah berkembang menjadi Negara-Negara Persemakmuran, pengaruh Britania tetap melekat kuat di seluruh dunia: dalam praktik ekonomi, hukum dan sistem pemerintahan, masyarakat, olahraga.

Latar belakang Imperium Britania  Perkembangan Imperium seberang lautan. Imperium Britania seberang lautan berakar pada kebijakan-kebijakan maritim yang dirintiskan oleh Raja Inggris Henry VII, yang berkuasa dari 1485 hingga 1509. Henry, yang membangun berdasarkan jaringan komersial dalam perdagangan wol yang dipromosikan pada masa pemerintahan pendahulunya Raja Richard III, membangun sistem pelaut pedagang Inggris yang modern, yang sangat memperluas industri pembangunan kapal Inggris dan pelayarannya. Berbagai perusahaan-perusahaan kerajaan Britania, seperti Massachusetts Bay Company dan Perusahaan Hindia Timur Britania. Henry juga mensponsori pelayaran-pelayaran pelaut Italia mariner John Cabot pada 1496 dan 1497 yang membangun koloni seberang lautan Inggris yang pertama – sebuah pemukiman penangkapan ikan – di Newfoundland. Inggris berbung dalm IMO pada tanggal 14 February 1949.

4. Sejarah Maritim Negara Malaysia
Malaysia berdiri dengan kerajaan induk yang tertuanya bernama Melaka. Semenanjung Malaysia berkembang sebagai pusat perdagangan utama di Asia Tenggara, banyak berkembangnya perdagangan antara China dan India dan negara lainnya melalui Selat Malaka yang sibuk ini. Kerajaan Malaka adalah kerajaan Melayu yang paling awal tercatat dalam sejarah, berdiri dari kota-pelabuhan tepi pantai yang dibuat pada abad 10.

Malaka adalah sebagai pelabuhan perdagangan penting yang terletak hampir di tengah-tengah rute perdagangan China dan India. Portugal membuat Malaka menjadi Koloni atau jajahan pada tahun 1511 dengan kekuatan militer, dan mengakhiri Kesultanan Malaka. Tetapi, Sultan terakhir melarikan diri ke Kampar di Sumatra dan meninggal di sana.  Kemudian Ingrris menjadikan Koloni yaitu sebagai mahkota Inggris, Strait Settlement (Negeri-Negeri Selat) yang didirikan pada 1826, dan Inggris secara bertahap memningkatkan daerah kekuasaannya ke seluruh semenanjung. Malaka jatuh kekuasaannya oleh Inggris setelah Perjanjian Britania-Belanda 1824;  Peran pedagang di Negeri-negeri selat ini menjadi intervensi (campur tangan) pemerintah Britania. Malaysia Bergabung dalam IMO pada tanggal 17 June 1971.

5. Sejarah Maritim Negara Indonesia
Sejarah maritim Indonesia adalah sejarah yang amat panjang yang telah dimulai sejak pergerakan manusia Austronesia berpindah ke kawasan Asia Tenggara. Tradisi maritim kita mungkin sekali lebih tua daripada tradisi maritime Yunani, Romawi, Mesir, Arab, India, bahkan Cina. Ini disebabkan karena nenek moyang kita hidup dalam sebuah kawasan kepulauan yang akrab dengan laut. Hasil-hasil studi mutakhir menunjukkan, bahwa pelaut-pelaut Indonesia telah mencapai Madagaskar, bahkan Afrika Barat, serta Australia, jauh lebih dahulu daripada penemuan benua Amerika oleh Columbus, maupun penemuan Australia oleh James Cook.

Nusantara mencatat 2 kerajaan maritim yang amat berpengaruh di jamannya, yaitu Kerajaan Sriwijaya (berpusat di sekitar Palembang sekarang) di abad 5-9, kemudian Kerajaan Majapahit (berpusat di Trowulan, Mojokerto sekarang) di abad 13-15. Kemudian Majapahit dijatuhkan oleh Kerajaan Demak Islam yang kemudian berhadapan dengan kedatangan para pedagang Portugis, kemudian pedagang VOC/Belanda.

Setelah datangnya VOC, secara bertahap infrastruktur maritim kerajaan-kerajaan di Nusantara satu persatu dikuasai, terutama sejak Perjanjian Bongaya dengan Arupalaka yang memberikan kewenangan laut pada VOC yang semua dikuasai oleh Kesultanan Hasanudin. Pola Bongaya ini kemudian dipakai untuk kerajaan-kerajaan lain di Nusantara, sehinggga lambat laun perdagangan melalui laut dikuasai VOC. Dengan menguasai infrastruktur maritim ini, secara perlahan namun pasti, Belanda juga memaksakan cara berpikir agraris-feodal pada kaum elite kerajaan-kerajaan Nusantara sehinggga mereka semakin mudah dipecah-pecah, untuk kemudian dikuasai (politik devide at impera). Sejak saat ini, cara pandang pulau-besar (daratan) yang agraris, inward-looking, statis, hierakis, dan feudal. Cara pandang kepulauan yang dimanis, egaliter, demokratis, dan outward-looking secara perlahan-lahan menjadi asing bagi masyarakat Nusantara. Mitos dan takhayul semacam Nyai Roro Kidul yang hidup di Laut Selatan masih hidup sampai sekarang. Dengan kepergian Belanda sejak kemerdekaan, infrastruktur maritim ini juga dibawa pergi, termasuk sistem pemerintahan di laut yang dikuasai oleh Belanda. Akibatnya, Pemerintah Soekarno terpaksa meminta bantuan Uni Sovyet (saat perang dingin) untuk menggantikan armada laut Belanda. Namun demikian, hingga saat ini, kita masih gagal membangun pemerintahan di laut yang efektif. Akibatnya, perairan Indonesia merupakan salah satu perairan tak bertuan tempat berbagai kejahatan dilakukan : illegal fishing, mining, waste disposal, human trafficking, oil smuggling, dsb. Juga jika terjadi kecelakaan di laut, kemampuan Search and Rescue kita terbatas sekali. Pulau-pulau terluar Indonesia tidak mampu kita duduki secara efektif sehingga mudah jatuh ke pemerintahan asing/tetangga. Sementara itu, kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi di lepas pantai Indonesia dimulai sejak Orde Baru membuka kesempatan kerjasama dengan investor asing. Kegiatan migas di lepas pantai sendiri telah dimulai di Teluk Meksiko sejak 1940-an dengan menggunakan teknologi bangunan kayu sederhana di kedalaman kurang dari 40m. Hingga saat ini teknologi anjungan lepas pantai teah berkembang pesat untuk menjangkau kawasan-kawasan terjauh dengan kedalaman ratusan meter sehingga dibutuhkan jenis compliant offshore structures, termasuk berbagai jenis semi-submersibles, tension-leg platforms.

Sumber Daya Laut dan Pengelolaannya

0 komentar
SUMBER DAYA LAUT DAN PENGELOLAANNYA - Indonesia dianugerahi laut yang begitu luas dengan berbagai sumber daya ikan di dalamnya. Potensi sumber daya perikanan tersebut tersebar di seluruh wilayah laut nusantara. Sumber daya alam lainnya yang terkandung di dalam laut Indonesia adalah terdapat berbagai jenis bahan mineral, yakni minyak bumi dan gas. Seluruh potensi kelautan ini perlu dikelola dan dikembangkan bagi kepentingan pembangunan nasional secara optimal dan berkesinambungan. Pengelolaan sumber daya laut tersebut dilakukan dengan menggunakan teknologi sederhana atau teknologi modern ramah lingkungan. 
 

Saat ini, kondisi laut dan sumberdaya laut di Indonesia semakin hari semakin memburuk. Praktek-praktek penangkapan ikan yang illegal dan merusak semakin hari semakin tidak terkendali. Ribuan kapal-kapal penangkap ikan asing dengan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan beroperasi di wilayah-wilayah yang seharusnya dibatasi hanya untuk kepentingan nelayan lokal dan tradisional. Maraknya kegiatan ilegal dengan teknologi yang buruk tersebut mengakibatkan kerusakan habitat biota laut negeri ini. Selama ini, teknologi yang diterapkan Indonesia adalah yang termurah dari sudut ekonomi, menggunakan sumberdaya alam maupun sumber daya manusia yang murah walaupun dari sudut ekologi bisa saja bernilai mahal. Teknologi tradisional sederhana yang lebih banyak digunakan oleh pelaut nusantara dewasa ini seharusnya telah diperbaharui sesuai dengan perkembangan zaman. Perubahan zaman juga berpengaruh pada perubahan lingkungan dan ekologi. Sehingga, juga diperlukan perubahan dalam penggunaan teknologi pengelolaan sumber daya laut dengan menggunakan teknologi yang lebih modern tetapi ramah lingkungan.

Secara umum, teknologi ramah lingkungan adalah teknologi yang hemat sumberdaya lingkungan (meliputi bahan baku material, energi dan ruang), dan karena itu juga sedikit mengeluarkan limbah (baik padat, cair, gas, kebisingan maupun radiasi) dan rendah risko menimbulkan bencana. Di laut dapat dikembangkan kapal modern yang lebih ramah lingkungan, yakni yang menggunakan mesin dan sekaligus layar mekanis. Layar ini dapat dikembangkan otomatis jika arah dan kecepatan angin menguntungkan. Penggunaan energi angin dapat menghemat bahan bakar hingga 50%. Teknologi energi dan transportasi yang ramah lingkungan termasuk yang saat ini paling dilindungi oleh industri negara maju dan karenanya paling mahal. Namun, teknologi modern yang ramah lingkungan ini sangat diperlukan dalam pengelolaan sumber daya laut meskipun mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Pemerintah saat ini sedang menghadapi dilema dalam pengelolaan sumber daya laut. Selama ini, pemerintah memang terlihat menomorduakan pengelolaan SDL yang sampai sekarang belum terlihat optimal. Upaya pemerintah lebih banyak terkuras untuk pengelolaan sumber daya yang ada di daratan dan mengutamakan sektor pertanian, perdagangan dan industri dibandingkan potensi kelautan. Padahal, kekayaan laut yang dimiliki Indonesia sangat besar dan potensial dan jika dikelola secara serius diperkirakan akan memberikan sumbangan devisa yang sangat besar bagi Indonesia. Bukan saatnya lagi memikirkan nilai ekonomis dalam penggunaan teknologi untuk laut. Saatnya untuk mengutamakan kualitas dan mutu dalam pengelolaan sumber daya laut yang lebih memberikan banyak keuntungan bagi negeri ini dan menciptakan laut yang sehat bagi alam sendiri.

Makalah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

2 komentar
MAKALAH WAWASAN IPTEKS
(Ilmu Pengetahuan dan Teknologi)


Disusun Oleh:
Kelompok 4

      1. Andi Asrul Zani   
  2. Putri Ikhromi   
    3. Yuliarno Haruna
  4 .Tiffany Angelia
5. Mulawarman
    6. A. Muh. Amirul


JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013
 


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Paper ini dan alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI”
Penyusunan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah “Wawasan Ipteks” pada semester ganjil tahun 2013-2014. Dalam makalah ini diuraikan tentang Bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi, mencakup tentang Pengaruh Positif, dan cara Menaggulangi pengaruh Negatif  perkembangan teknologi tersebut.
      Saya menyadari, penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna, serta masih banyak kekurangan. Penyusun mohon kritik dan saran dari rekan-rekan semua kearah kesempurnaan makalah ini.Saya mengucapkan terimakasih kepada Dosen Mata kuliah “Wawasan Ipteks” atas bimbingannya, dan juga kepada rekan-rekan yang terlibat didalamnya, sehingga makalah ini bisa tersusun. Akhirnya saya berharap, makalah ini bisa bermanfaat bagi penyusun sendiri ataupun semua pihak yang memerlukan.

Makassar, Oktober 2013

Penyusun


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR          
DAFTAR ISI       

BAB  1  PENDAHULUAN
                 A. Latar Belakang      
                 B. Rumusan Masalah
                 C. Tujuan         

BAB  2  PEMBAHASAN
                 A. Pengertian ilmu pengetahuan dan teknologi       
                 B. Hubungan ilmu pengetahuan dan teknologi         
                 C. Perkembangan sains dan teknologi         
                 D. Dampak positif dan negatif IPTEK  
      
BAB  3  PENUTUP
                 Kesimpulan         

DAFTAR PUSTAKA          


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kita tentu sudah sering mendengar kata Ilmu Pengetahuan dan Teknologi atau yang sering disingkat dengan IPTEK. IPTEK merupakan makanan sehari-hari manusia sekarang ini. Telepon seluler, komputer, internet, dan lain-lain. Tanpa adanya IPTEK kehidupan sosial manusia menjadi terhambat. Atas dasar kemampuan kreatifitas berpikir, manusia dapat mengembangkan IPTEK dari waktu ke waktu. Segala kemudahan mulai dari transportasi, telekomonikasi sampai pendidikan tak luput dari peran IPTEK. Namun di balik itu semua manusia menjadi malas melakukan semua aktivitasnya oleh karena semua kemudahan yang ada. Selain itu juga, sebagian besar manusia diberbagai belahan dunia belum mencicipi manfaat dari IPTEK tersebut. Sungguh sangat disayangkan sekali dimana sebagian orang sudah mendapatkan kebutuhannya dengan cepat sementara yang lainnya harus bersusah payah untuk mendapatkannya. Untuk itu sebagai mahasiswa kita perlu mengetahui lebih dalam tentang IPTEK agar kita bisa memanfaatkan untuk seluruh umat manusia.

B.  Rumusan Masalah
⦁    Apa yang dimaksud dengan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi ?
⦁    Apa Hubungan ilmu pengetahuan dan teknologi?
⦁    Bagaimana Perkembangan sains dan teknologi ?
⦁    Bagaimana dampak positif dan negatif IPTEK?

C.  Tujuan
⦁    Mengetahuia apa yang dimaksud dengan Ilmu pengetahuan dan teknoogi
⦁    Menegetahui apa hubungan ilmu pengetahuan dan teknologi
⦁    Mengetahui bagaimana perkembangan sains dan teknologi
⦁    Mengetahui dampak positif dan negatif IPTEK



BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Ilmu pengetahuan dan Teknologi
    Ilmu pengetahuan, teknologi adalah studi tentang bagaimana nilai-nilai sosial, politik, dan budaya mempengaruhi penelitian ilmiah dan inovasi teknologi, dan bagaimana, pada gilirannya, mempengaruhi masyarakat, politik dan budaya. Perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis.
 Sistem kerja robotis telah mengalihfungsikan tenaga otot manusia dengan pembesaran dan percepatan yang menakjubkan. Begitupun dengan telah ditemukannya formulasi-formulasi baru aneka kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktivitas manusia. Ringkas kata, kemajuan iptek yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia. Bagi masyarakat sekarang, iptek sudah merupakan suatu religion. Pengembangan iptek dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja iptek sebagai liberator yang akan membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Iptek diyakini akan memberi umat manusia kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas. Sumbangan iptek terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa iptek mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif iptek terhadap kehidupan umat manusia.
Kalaupun iptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti iptek sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan. Tentu saja iptek tidak mengenal moral kemanusiaan, oleh karena itu iptek tidak pernah bisa mejadi standar kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah kemanusiaan.

B.  Hubungan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan mengenai sesuatu yang telah disistematisasi dan memberikan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan dengan menunjukkan sebab-sebab hal itu. Jadi berarti ada metode, ada sistem, amda satu pandangan yang dipersatukan (memberi sintesis), dan yang dicari ialah sebab-sebabnya.  Menurut Cambridge-Dictionary 1995, Ilmu Pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang benar, mempunyai objek dan tujuan  tertentu dengan sistem, metode untuk berkembang serta berlaku universal yang dapat diuji kebenarannya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990 : 1158) Teknologi adalah ; 1) Metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis ilmu pengetahuan terapan 2) Keseluruhan sarana untuk menyediakan barang- barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Menurut Wikipedia, Teknologi adalah pengembangan dan aplikasi dari alat,mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Sebagaiaktivitas manusia, teknologi mulai sebelum sains dan teknik.

Filsafat dan IPTEK adalah dua hal yang saling berhubungan. Secara historis, kelahiran ilmu pengetahuan berawal dari filsafat, begitu juga sebaliknya filsafat ilmu juga semakin berkembang seiring dengan kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam hal ini, pemikiran manusia juga mengalami perkembangan linear, dahulu masyarakat Yunani kuno mendasari pemikiran mereka dengan mitos, kemudian berkembang menjadi lebih rasional dengan paham teologi mereka, pemikiran inipun terus berkembang sampai melahirkan science dan teknologi yang dapat dirasakan manfaatnya sampai sekarang. Awalnya ilmu pengetahuan dan filsafat ilmu dianggap sebagai sesuatu yang identik, dalam artian ilmu pengetahuan merupakan bagian dari filsafat, sehingga definisi mengenai ilmu juga  bergantung pada sistem filsafat yang dianut pada saat itu. Setelah abad ke-17, sejalan dengan makin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka mulailah terjadi pemisahan antara filsafat ilmu dan IPTEK. Pemisahan ini dapat dianalogikan sebagai sebuah pohon yang terus berkembang, dimana filsafat ilmu berperan sebagai batang induknya dan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai cabangnya. Cabang ini terus berkembang membentuk ilmu-ilmu baru yang juga melahirkan sub-sub ilmu yang sifatnya lebih khusus. Tiap-tiap cabang lalu memisahkan diri dari batang induknya, yaitu filsafat ilmu yang kemudian berkembang sesuai metodologinya masing-masing. Walaupun cabang-cabang ilmu pengetahuan ini berbeda, akan tetapi mereka tetap berhubungan satu sama lain karena berasal dari satu batang induk yang sama.

C. Filsafat Ilmu Dan IPTEK Pada Periode Klasik
Pada periode ini, baik filsafat ilmu dan IPTEK bisa dianggap sebagai sesuatu yang identik atau suatu kesatuan. Belum ada ilmu pengetahuan spesifik yang lahir pada periode ini. Tema yang menjadi perhatian utama filsuf pada periode ini adalah segala kejadian atau perubahan yang ada di alam. Mereka tertarik pada perubahan yang terjadi di alam dan berusaha mencari prinsip atau hakikat dibalik fenomena tersebut. Filsuf yang terkenal pada periode ini misalnya Thales, dia berpendapat bahwa hakikat dari segala sesuatu di dunia ini adalah air. Filsuf lainnya adalah Pythagoras yang terkenal dengan teorema Pythagoras. Ia berpendapat bahwa suatu gejala fisis dikuasai oleh hukum matematis yang dia ambil dari penemuannya terhadap interval-interval utama tangga nada yang dinotasikan dengan perbandingan bilangan. Pythagoras juga menyatakan bahwa jagat raya bukanlah bumi melainkan Hestia (Api).

1.2    Filsafat Ilmu dan IPTEK Pada Periode Abad Pertengahan
Pada abad pertengahan, perkembangan Filsafat ilmu dan IPTEK sangat dipengaruhi oleh doktrin agama karena pada masa itu terdapat dua agama besar, Islam dan Nasrani yang memiliki peranan besar terhadap kehidupan pada masa itu. Pada periode ini terdapat masa skolastik, yaitu masa dimana filsafat dan IPTEK berhenti berkembang karena kebebasan berpikir para filsuf atau pemikir dibatasi oleh pihak gereja. Semua hal diatur berdasarkan doktrin agama yang lebih menitik beratkan pada keyakinan. Apabila para filsuf memiliki pemikiran yang berbeda dengan ketentuan gereja, maka filsuf tersebut akan dianggap sebagai pembangkang dan dijatuhi hukuman berat. Sebagai contoh, pada akhir masa pertengahan Galileo Galilei dijatuhi hukuman mati oleh gereja karena teorinya yang mendukung Copernicus bahwa pusat tata surya adalah matahari. Teori tersebut dianggap tidak sesuai dengan keyakinan gereja yang pada saat itu menganut paham geosentris (bumi sebagai pusat tata surya). Contoh filsuf yang terkenal pada periode ini adalah Agustinus, yang pemikirannya banyak dilatar belakangi ajaran agama Kristen.

1.3    Filsafat Ilmu dan IPTEK Pada Periode Abad Modern
Tidak terdapat penunjuk waktu yang  jelas sebagai pembatas antara abad pertengahan dengan abad modern, tetapi mayoritas menganggap bahwa awal mula perkembangan filsafat dan IPTEK masa modern diawali dengan gerakan Renaissance pada abad XIV. Perkembangan tersebut dimatangkan dengan gerakan Aufklaerung pada abad XVIII ditandai dengan menonjolnya liberasi, emansipasi dan otonomi diri, perkembangan IPTEK, serta munculnya unsur-unsur kebebasan, individualisme, rasionalisme, optimisme, kreatif dan inovatif. Pada masa ini IPTEK mulai memisahkan diri dari filsafat. Ilmu pengetahuan mulai lahir dan berkembang pesat. Para filsuf meletakkan dasar filsosofisnya untuk perkembangan dalam bidang IPTEK, seperti Machiavelli, Giordano Bruno, Francis Bacon,Rene Descartes, Baruch de Spinoza, Blaise Pascal dan Leibniz.

1.4    Filsafat Ilmu dan IPTEK Periode Kontemporer
Pada periode kontemporer, IPTEK berkembang dengan pesat sejalan dengan perkembangan pemikiran manusia dan realitas sosial. Perkembangan sains dan teknologi pada abad ke-20 memberikan dampak yang signifikan pada kehidupan manusia. Pemahaman manusia mengenai alam dan kejadian didalamnya menuju pada level yang lebih tinggi dimana banyak penemuan baru yang berhasil meruntuhkan hukum-hukum sains yang berlaku sebelumnya. Seperti teori fisika klasik Newton yang dimentahkan oleh teori fisika kuantum dan mungkin penemuan akan dimentahkan lagi oleh teori berikutnya mengingat pola pikir manusia yang terus berkembang disertai usahanya yang terus menerus untuk menyingkap hakikat alam semesta ini.
Dari penjelasan diatas dapat dikatakan bahwa perkembangan IPTEK dapat berjalan dengan tiga cara yaitu:
  • Kontinu-linear menuju suatu kemajuan
  • Sirkular-siklis dimana ada usaha untuk mengulang kebenaran atau prinsip terdahulu dalam kondisi dan zaman yang berbeda.
  • Diskontinu-dialektis dimana kenyataan yang berlaku saat itu akan mendapat tentangan, lalu terjadi sintesis sebagai jalan keluar untuk meneruskan perkembangan tersebut.
Berikut ini adalah perbandingan hubungan antara IPTEK dan filsafat secara umum IPTEK  

FILSAFAT ILMU
Berasal dari akal/pemikiran manusia, mempelajari hal yang bersifat khusus (memiliki batasan keilmuan)    Berasal dari akal/pemikiran manusia, bersifat universal atau umum
Mempelajari fenomena dengan menggunakan metodologi keilmuannya    berusaha mencari hakikat dari fenomena
Terus mengalami perubahan    Terus berubah menuju hakikat
Berusaha mencari kebenaran dari penyelidikan, pengalaman dan percobaan (eksperimen)    Mencari kebenaran dengan jalan berpikir secara radikal, integral dan universal.

⦁ Perkembangan Sains dan Teknologi 
    Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kemajuan sains dan teknologinya. Buktinya dapat kita lihat, dimana negara-negara yang dikatakan maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara di Eropa adalah negara-negara yang maju sains dan teknologinya. Di negara-negara maju tersebut, sains dan teknologi benar-benar masuk ke dalam kehidupan masyarakat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Begitu juga dengan pemahaman sainsnya yang tinggi.

1.  Hubungan Perkembangan Sains Dengan Perkembangan Teknologi.
Hubungan perkembangan sains dengan perkembangan di bidang teknologi bisa dikatakan saling memiliki keterkaitan. Misalnya, seandainya manusia tidak pernah menemukan kandungan besi dari bumi, maka sekarang pasti tidak ada barang-barang yang terbuat dari besi. Contohnya:Komputer, pisau, bahkan sendok besi. Begitu pula sebaliknya, jika perkembangan teknologi sedang pesat, maka sudah pasti perkembangan sains saat itu sedang berkembang dengan pesat pula. Jadi, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa perkembangan ilmu sains sangat berpengaruh pada perkebangan ilmu teknologi. Dan tanpa adanya ilmu teknologi yang memadahi ilmu sainspun tidak dapat melakukan perkembangan.

2.    Perkembangan Sains dan teknologi di Indonesia
Ada banyak pendapat mengenai perkembangan sains dan teknologi di Indonesia saat ini. Seperti, ada yang mengatakan bahwa perkembangan sains dan teknologi di Indonesia sudah maju, karena Indonesia sudah sering membawa pulang medali-medali emas dan perak dari lomba sains dan fisika se-asia maupun yang internasional. Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa perkembangan sains dan teknologi di Indonesia saat ini seperti di anak tirikan, maksudnya prestasi-prestasi yang sudah kita raih seperti tak dihiraukan oleh para mentri-mentri Negara.

3.    Dampak Perkembangan Sains dan Teknologi Terhadap masyarakat
Adanya kebersamaan, kekeluargaansebagai contoh dalam bertetangga. Jika kita melakukan prilaku sosial yang baik maka akan ada respect yang baik pula. Kita jadi akrab dengan tetangga, dengan teman-teman dengan lingkungan sekitar dan jika kita hidup dalam lingkungan yang punya sosialisasi yang baik semoga kedepanya juga bakalan menghasilkan orang-orang yang baik , semoga kedepanya juga bakalan menghasilkan orang-orang yang baik dan bisa mengikis dampak-dampak sosial yang negatif. Dampak perkembangan sains dan teknologi terhadap masyarakat dan alam Indonesia saling bertolak belakang. Yaitu, dampaknya terhadap masyarakat bisa dikatan positif, tapi dampaknya terhadap alam berpengaruh nagatif.
Dampak perkembangan sains dan teknologi terhadap masyarakat Indonesia sangatlah bermanfaat bagi kelangsungan hidup dan memajukan Negara Indonesia ini. seperti, berkembangnya sarana dan prasarana umum, lebih mudah memperoleh informasi, dll.
Tetapi walaupun dampaknya baik bagi masyarakat, Dampak perkembangan sains dan teknologi terhadap alam Indonesia sangatlah buruk. Karena, tanpa disadari manusia telah mengeksploitasi alam secara besar-besaran untuk meningkatkan perkembangan sains danteknologi. Padahal dengan melakukan eksploitasi secara besar-besaran dan dalam waktu yang singkat, sama saja kita membuang-buang sumber daya alam yang kita punya.

⦁    Dampak Positif dan Negatif
⦁    Dampak Positif perkembangan IPTEK :
⦁    Memberikan berbagai kemudahan 
       
Perkembangan IPTEK mampu membantu manusia dalam beraktifitas. Terutama yang berhubungan dengan kegiatan perindustrian dan telekomunikasi. Namun, dampak dari perkembangan IPTEK juga berdampak ke berbagai hal seperti kegiatan pertanian, yang dulunya membajak sawah dengan menggunakan alat tradisional, kini sudah menggunakan peralatan mesin.sehingga aktifitas penanaman dapat lebih cepat di laksanakan tanpa memakan waktu yang lama dan tidak pula terlalu membutuhkan tenaga yang banyak. Ini adalah contoh kecil efek positif perkembangan IPTEK di dalam membantu aktifitas manusia dalam kehidupan sehari-hari.

⦁    Mempermudah meluasnya berbagai informasi
Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi kita, dimana tanpa informasi kita akan serba ketinggaln. terlebih lagi ketika berbagai media cetak dan elektronik berkembang pesat. Hal ini memaksa kita untuk mau tidak mau harus bisa dan selalu mendapatkan berbagai informasi. Pada masa dahulu, kegiatan pengiriman berita sangat lambat, hal ini di karenakan kegiatan tersebut masih di lakukan secara tradisional baik itu secara lisan maupun dengan menggunakan sepucuk surat. Namun sekarang kegiatan semacam ini sudah hampir punah, dimana perkembangan IPTEK telah merubah segalanya, dan kita pun tidak perlu menunggu lama untuk mengirim atau menerima berita.

⦁    Bertambahnya pengetahuan dan wawasan
Komputer dahulu termasuk jenis peralatan yang sangat canggih, dimana hanya orang-orang tertentu yang mampu membelinya apalagi menggunakannya. Namun seiring dengan perkembangan iptek, peralatan elektronik seperti computer, internet, dan handphone (Hp) sudah menjadi benda yang menjamur. Dimana tidak hanya orang-orang tertentu yang mampu menggunakannya, bahkan anak-anak di bawah umurpun dapat menggunakannya. Inilah pengaruh positif perkembangan iptek di era globalisasi terhadap ilmu pengetahuan dan wawasan masyarakat kita.

Dampak negatif  perkembangan IPTEK :
⦁    Mempengaruhi pola berpikir
 Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang agresif dan penasaran serta suka dengan hal baru. Terutama sekali dengan adanya berbagai perubahan pada berbagai peralatan elektronik. Namun ternyata perkembangan tersebut tidak hanya berdampak terhadap pola berpikir anak, juga berdampak terhadap pola berpikir orang dewasa dan orang tua. Terlebih lagi setiap harinya masyarakat kita di sajikan dengan berbagai siaran yang kurang bermanfaat dari berbagi media elektronik.

⦁    Hilangnya budaya Tradisional
Dengan berdirinya berbagai gedung mewah seperti mal, perhotelan dll, mengakibatkan hilangnya budaya tradisional seperti kegiatan dalam perdagangan yang dulunya lebih di kenal sebagai pasar tradisional kini berubah menjadi pasar modern. Begitu juga terhadap pergaulan anak-anak dan remaja yang sekarang sudah mengarah kepada pergaulan bebas.

⦁    Banyak menimbulkan berbagai kerusakan
Indonesia di kenal sebagai Negara yang kaya akan sumber daya alamnya, namun hingga akhir ini, Indonesia lebih di kenal sebagai Negara yang sedang berkembang dan terus berkembang entah sampai kapan. Dan kita juga tidak mengetahui kapan istilah Negara berkembang tersebut berubah menjadi Negara maju. Salah satu contoh kecil yang lebih spesifik adalah beberapa tahun yang lalu sekitar di bawah tahun 2004, kota pekanbaru yang terletak di propinsi Riau, lebih di kenal sebagi kota “Seribu Hutan”, namun dalam waktu yang relative singkat, istilah seribu hutan kini telah berubah menjadi istilah yang lebih modern, yakni kota “Seribu Ruko” di mana dalam waktu yang singkat, perkembangan pembangunan di kota ini amat sangat pesat. Mulaialah berdiri berbagai kegiatan industri, Perhotelan, Mal, dan Gedung-gedung bertingkat serta perumahan berdiri di mana-mana.akibatnya aktifitas tradisional lumpuh, hutan gundul sehingga banyak menimbulkan berbagai macam bencana seperti banjir, tanah longsor serta polusi terjadi di mana-mana. Inilah dampak yang harus di terima masyarakat kita hingga ke anak cucu.


BAB III
PENUTUP

⦁    Kesimpulan
Dari sedikit ulasan tentang peran ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kehidupan manusia. Kita ketahui pengaruh iptek terhadap kehidupan manusia sangatlah besar. Manusia hidup butuh alat-alat modern itu untuk mempermudah kegiatan manusia. Namun kita juga tidak boleh terlalu menggantungkan alat-alat modern tersebut karena bisa menyebabkan kita akan sulit mengendalikan diri. Gunakan alat tersebut sebaik mungkin dan jangan disalah gunakan.



DAFTAR PUSTAKA

Campbell, Neil A. Reece, Jane B. and Mitchell, Lawrence G. 2002. Biologi jilid 1. Jakarta: Erlangga
Foster, Bob .2008. Koding IPA. Bandung : Ganesha Operation
Syamsuri, Istamar.2008.Biologi SMA 2B. Jakarta: Erlangga

Makalah Konsep Dasar Manajemen

0 komentar
Makalah Konsep Dasar Manajemen
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan Rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah dengan tema “Konsep Dasar dan Pengertian Manajemen”. Makalah ini berisikan tentang Pengertian dasar-dasar manajemen. Ketika istilah manajemen banyak diadopsi oleh pihak dalam berbagai bidang kehidupan, orang dengan mudah menganggap bahwa manajemen merupakan suatu konsep yang sangat sederhana. Akhirnya, orang dengan mudah merangkai  kata manajemen dengan permasalahan yang harus di pecahkan. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang konsep dasar manajemen.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak Terutama bagi semua pihak yang telah mendukung dan yang telah bekerja untuk menyusun makalah konsep dasar manajemen dari awal sampai akhir, yang tersusun dengan lancar.

              Makassar, September 2013
                                                                                                                           ( Penyusun)

                                                                                                                           Andi Asrul Zani


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR         
DAFTAR ISI   
       
BAB  1  PENDAHULUAN
                 A. Latar Belakang       
                 B. Rumusan Masalah
                 C. Tujuan           

BAB  2  KONSEP DASAR MANAJEMEN
                 A. Difinisi dan Batasan Manajemen          
                 B. Manajemen Sebagai Ilmu dan Seni          
                 C. Manajemen Sebagai Suatu Profesi          
                 D. Proses Manajemen         
                 E. Pentingnya tujuan Dalam Manajemen           

BAB  3 PENUTUP
                  Kesimpulan
          
DAFTAR PUSTAKA       


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Konsep Dasar Manajemen sebetulnya sama usianya dengan kehidupan manusia, mengapa demikian karena pada dasarnya manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak bisa terlepas dari prinsip-prinsip Manajemen, baik langsung maupun tidak langsung. Baik di sadarai ataupun tidak disadari. Ilmu Manajemen ilmiah timbul pada sekitar awal abad ke 20 di benua Eropa barat dan Amerika. Dimana di negara-negara tersebut sedang dilanda revolusi yang dikenal dengan nama revolusi industri.
Yaitu perubahan-berubahan dalam pengelolaan produksi yang efektif dan efisien. Hal ini dikarenakan masyarakat sudah semakin maju dan kebutuhan manusia sudah semakin banyak dan beragama sejenisnya. Sekarang timbul suatu pertanyaan “siapa sajakah yang sebenarnya memakai Manajemen “ apakah hanya digunakan di perusahaan saja atau apakah di pemerintahan saja. Managment diperlukan dalam segala bidang. Bentuk dan organisasi serta tipe kegiatan. Dimana orang-orang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.

B.    Rumusan masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dapat ditentukan rumusan masalah dalam makalah ini seperti:
1.    Apa pengertian dan batasan manajemen ?
2.    Bagaimana prinsip manajemen sebagai ilmu dan seni  ?
3.    Bagaimana prinsip manajemen sebagai profesi ?
4.    Bagaimana pentingnya tujuan dalam manajemen ?

 C.    Tujuan                                                
1.    Untuk mengetahuai pengertian & batasan managment
2.    Untuk mengetahuai managment sebagai ilmu dan seni
3.    Untuk mengetahuai management sebagai profesi
4.    Untuk mengetahuai pentingnya tujuan dalam management


BAB II
KONSEP DASAR MANAJEMEN


A.    Definisi dan Batasan Manajemen
Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur. Istilah Manajemen (management) telah diartikan oleh berbagai pihak dengan perspektif yang berbeda, misalnya pengelolaan, pembinaan, pengurusan, ketata laksanaan, kepemimipinan, pemimpin, ketata pengurusan, administrasi, dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya ada beberapa definisi atau pengertian dari Manajemen, yaitu sebagai berikut: John D. Millett membatasasi Managment menjadi: ”management is the proceess of directing and facilitating the work of people organized in formal groups to achive a desired goal (adalah suatu proses pengarahan dan pemberian fasilitas kerja kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal untuk mencapai tujuan” (dalam Siswanto, 2005:1).
Definisi lainnya dari manajemen adalah seperti yang diuraikan oleh G.R. Terry. Menurutnya manajemen adalah: “management is distinict process consisting of planing, organizing, actuating and controlling performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human being and other resources (manajemen adalah suatu proses khusus yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan lainnya)”. (dalam Hasibuan, 2005:2)
Harold Koontz dan Cyrill O’Donnel, ahli lainnya mengartikan manajemen sebagai berikut: “ Management is getting things done through people. In bringing about this coordinating of group activity, the manager, as a manager plans, organizes, staffs, direct, and control the activities other people (manajemen adalah usaha mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. Dengan demikian manajer mengadakan koordinasi atas sejumlah aktivitas orang lain yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penempatan, pengarahan, dan pengendalian).” (dalam Hasibuan, 2005:2).

Mendefinisikan Manajement ada berbagai ragam, ada yang mengartikan dengan ketatalaksanaan, Manajement pengurusan dan lain sebagainya. Pengertian Manajement dapat dilihat dari tiga pengertian.
1.    Manajemen sebagai suatu proses
2.    Manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia
3.    Manajemen sebagai ilmu ( science ) dan sebagai seni

Manajemen sebagai suatu proses. Pengertian Managment sebagai suatu proses dapat dilihat dari pengertian menurut :
Encylopedia of the social science, yaitu suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi.
Haiman, Manajement yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan
Georgy R. Terry, yaitu cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain.

Manajement sebagai kolektivitas yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang-orang inilah yang disebut dengan Manajemen, sedang orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya aktivitas Managment disebut Manajer.

Menurut Stoner dan Wankel bahwa proses adalah cara sistematis untuk untuk menjalankan suatu pekerjaan. Dalam batasan manajemen di atas prosesnya meliputi:
  • Perencanaan, yaitu menetapkan tujuan dan tindakan yang akan dilakukan.
  • Pengorganisasian, yaitu mengkoordinasikan sumber daya manusia serta sumber daya lainnya yang dibutuhkan.
  • Kepemimpinan, yaitu mengupayakan agar bawahan bekerja sebaik mungkin.
Pengendalian, yaitu memastikan apakah tujuan tercapai atau tidak dan jika tidak tercapai dilakukan tindakan perbaikan. (dalam Siswanto, 2005:2)

Ahli lain, Paul Hersey dan Kenneth H. Blanchard, memberikan batasan manajemen sebagai berikut : “Management as working with and through individuals and groups to accomplish organizational goals (manajemen sebagai suatu usaha yang dilakukan dengan bersama individu atau kelompok untuk mencapai tujuan organisasi”. (dalam Siswanto, 2005:2).

Hersey dan Blanchard lebih menekankan pada definisi tersebut tidaklah dimaksudkan hanya untuk satu jenis organisasi saja, tetapi dapat diterapkan pada berbagai jenis organisasi tempat individu dan kelompok tersebut menggabungkan diri untuk mewujudkan tujuan bersama. Selain beberapa definisi di atas, ada beberapa definisi lain tentang manajemen dari para ahli, yaitu: Menurut Drs. Malayu S.P. Hasibuan definisi manajemen adalah: “ ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu”(dalam Hasibuan, 2005:2)

Istilah manajemen (management) telah diartikan oleh berbagai pihak dengan perspektif yang berbeda, misalnya pengelolaan, pembinaan, pengurusan, ketatalaksanaan, kepemimpinan, pemimpin, ketatapengurusan, administrasi, dan, sebagainya. Masing-masing pihak dalam memberikan istilah diwarnai oleh latar belakang pekerjaan mereka. Meskipun pada kenyataannya bahwa istilah tersebut memiliki perbedaan.

 Elemen-elemen dasar manajemen
1. Elemen sifat
Manajemen sebagai suatu seni
Yaitu sebagai suatu keahlian, kemahiran, kemampuan, dan keterampilan dalam aplikasi ilmu pengetahuan untuk mencapai tujuan.
Manajemen sebagai suatu ilmu
Yaitu akumulasi pengetahuan yang telah disistemasikan dan di organisasikan untuk mencapai kebenaran umum(general purpose)
2. Elemen fungsi

a. Perencanaan
Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan untuk menetapkan tujuan terlebih dahulu pada suatu jangka waktu/periode tertentu serta tahapan/langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan.
Pengorganisasian
Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan dalam pembagian kerja yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kelompok pekerjaan, penentuan hubungan pekerjaan yang baik di antara mereka, serta pemberian lingkungan dan fasilitas pekerjaan kondusif.

b. Pengarahan
Yaitu suatu rangkaian kegiatan untuk memberikan petunjuk atau instruksi dari seorang atasan kepada bawahan atau kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal dan pencapaian tujuan bersama.
Pemotivasian
Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh seorang atasan dalam memberikan inspirasi, semangat, dan kegairahan kerja serta dorongan kepada bawahan untuk dapat melakukan suatu kegiatan yang semestinya.
c. Pengendalian
Yaitu proses dan rangkaian kegiatan untuk mengusahakan agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan tahapan yang harus dilalui. Dengan demikian, apabila ada kegiatan yang tidak sesuai dengan rencana dan tahapan tersebut, diadakan suatu tindakan perbaikan(corrective actions)

3. Elemen sasaran
  • Orang (manusia)
Yaitu mereka yang telah memenuhi syarat tertentu dan telah menjadi unsur integral dari organisasi atau badan tempet ia bekerja sama untuk mencapai tujuan
  • Mekanisme kerja
Yaitu tata cara dan tahapan yang harus dilalui orang yang mengadakan kegiatan bersama untuk mencapai tujuan.

4. Elemen tujuan
Yaitu hasil akhir yang ingin dicapai atas suatu pelaksana kegiatan. Dalam arti luas, tujuan mengandung hal seperti objective, purpose ,mission ,deadline, standard, target, dan quota.Tujuan merupakan rangkaian dalam peruses perencanaan, dan juga merupakan elemen penting dalam proses pengendalian .

B.  Manajemen Sebagai Ilmu dan Seni
Manajemen merupakan suatu ilmu dan seni, mengapa disebut demikian, sebab antara keduanya tidak bisa dipisahkan. Managment sebagai suatu ilmu pengetahuan, karena telah dipelajari sejak lama, dan telah diorganisasikan menjadi suatu teori. Hal ini dikarenakan didalamnya menjelaskan tentang gejala-gejala Managment, gejala-gejala ini lalu diteliti dengan menggunakan metode ilmiah yang dirumuskan dalam bentuk prinsip-prinsip yang diujudkan dalam bentuk suatu teori. Sedangkan Manajemen sebagai suatu seni, disini memandang bahwa di dalam mencapai suatu tujuan diperlukan kerja sama dengan orang lain, nah bagaimana cara memerintahkan pada orang lain agar mau bekerja sama. Pada hakekatnya kegiatan manusia pada umumnya adalah managing (mengatur) untuk mengatur disini diperlukan suatu seni, bagaimana orang lain memerlukan pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama.

Manajemen sebagai suatu ilmu dan seni, melihat bagaimana aktivitas Managment dihubungkan dengan prinsip-prinsip dari Managment. Pengertian Managment sebagai suatu ilmu dan seni dari :
Chaster I Bernard dalam bukunya yang berjudul The function of the executive, bahwa Managment yaitu seni dan ilmu, juga Henry Fayol, Alfin Brown Harold, Koontz Cyril O’donnel dan Geroge R. Terry.
Marry Parker Follett menyatakan bahwa Managment sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Konsep Dasar Manajemen

Manajemen adalah ilmu dan seni untuk melakukan tindakan guna mencapai tujuan.  Manajemen sebagai suatu ilmu adalah akumulasi pengetahuan yang disistematisasikan atau kesatuan pengetahuan yang terorganisasi. Batasan di atas sebenarnya terlalu luas dan baru akan menjadi jelas apabila dapat di tegaskan lebih lanjut arti yang detail mengenai pengetahuan dan arti tentang sistematik dan organisai yang digunakan dalam definisi itu. Manajemen sebagai ilmu dapat di lihat sebagai suatu pendekatan (approach) terhadap seluruh dunia empiris, yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu, dunia yang pada prinsipnya dapat di amati oleh indra manusia.

Manajemen sebagai suatu ilmu, titik beratnya terletak pada metode keilmuan. Memang yang mengikat semua ilmu adalah metode ilmu yang digunakan untuk mensistematisasikan seluru pengetahuan yang sifatnya masih pragmatis. Batasan lain tentang ilmu yang di kemukakan oleh Goode dan Hatt (1952:7) bahwa ilmu merupakan suatu cara menganalisis yang mengizinkan para ahlinya untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk kausalitas, yaitu Apabila... maka..... Dalam hubungan ini diketengahkan bawa bagaimana sekumpulan pengetahuan harus disistematisasikan. Akan tetapi, apabila proposisi itu dimulai dengan kebenaran apriori maka proposisi itu kehilangan sifat ilmiahnya.

Berdasarkan batasan yang telah dikemukakan diatas kalau dibandingkan,kita akan memperoleh karakteristik pokok yang terdapat pada pengertian ilmu itu, yaitu bersifat rasional, empiris, umum, dan akumulatif. Dari devinisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Managment yaitu koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Manajemen merupakan suatu ilmu karena memiliki karakteritik pokok seperti halnya karakteristik pokok ilmu yang telah dideskripsikan di atas.
Demikian juga manajemen merupakan  suatu ilmu karena dalam manajemen di aplikasikan dalam manajemen tersebut adalah.
1.      Observasi
2.      rumusan permasalahan
3.      akumulasi dan klasifikasi fakta tambahan yang baru
4.      generalisasi
5.      rumusan hipotesis
6.      testing dan verifikasi

Manajemen dikatakan sebagai suatu ilmu sehingga seorang manajer juga harus memiliki sikap ilmiah seperti halnya sikap ilmiah yang harus dimiliki para ilmuwan. Sikap ilmiah yang harus di miliki seorang manajer adalah sebagai berikut :

1. Objektivitas
Yang di maksud dengan objektif adalah bahwa dalam satu peninjauan yang dipentingkan dalah objeknya. Faktor subjek dalam membuat deskripsi dan analisa seharusnya dilepaskan jauh-jauh meskipun tidak mungkin untuk mendapatkan objektivitas yang absolut. hal itu disebabkan ilmu itu sendiri merupakan hasil rekayasa manusia sebagai subjek yang sedikit banyak akan memberikan pengaruhnya.
2. Serba relatif
Seorang manajer sebagai ilmuwan harus menerima realitas perubahan yang terjadi dan memberikan dampak terhadap masa berlakunya teori-teori yang telah mereka miliki. berlakunya teori yang mereka miliki tidaklah mutlak kebenarannya. Namun, mungkin saja terjadi bahwa toeri mereka digugurkan oleh teori-teori lain.
3. Skeptif
Yang di maksud sikap skeptif adalah sikap untuk selalu ragu terhadap pertanyaan yang belum cukup kuat dasar pembuktiannya. bahwa manajer sebagai ilmuwan harus selalu hati-hati, harus teliti dalam memberikan penilaian dan pernyataan ilmiah.
4. Kesabaran intelektual
Mampu menahan diri dan kuat untuk tidak menyerah kepada tekanan dalam menyatakan suatu pendirian ilmiah karena memang belum selesai dan belum lengkap hasil yang dicapai.
5. Kesederhanaan
Kesederhanaan dalam sikap ilmiah adalah kesederhanaan dalam cara berfikir, cara menyatakan, dan cara pembuktian.
6. Tidak memihak kepada etik
Sikap tidak memihak kepada etik adalah bahwa ilmu tidak memiliki tujuan dan tugas untuk membuat penilaian tentang hal yang baik dan hal yang buruk, melainkan ilmu memiliki tugas mengemukakan hal-hal yang salah dan hal-hal yang benar secara nisbi.

Manajemen sebagai suatu seni bukan diartikan seni dalam formal yang biasa dihubungkan dengan seni musik, sastra, tari, drama, patung, lukis, dan sebagainya. dengan demikian, bukan berarti untuk menjadi pemimpin yang baik harus menjadi seorang seniman, atau seorang pemimpin minimal harus menguasai salah satu cabang kesenian  seperti menari, menyanyi, dan melukis. Yang dimaksud seni disini adalah seni dalam pengertian yang lebih luas dan umum, yaitu merupakan keahlian, kemahiran, kemampuan, serta keterampilan dalam menerapkan prinsip, metode, dan teknik dalam menggunakan sumber daya manusia dan sumber daya alam (human and natural resurces) secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan.

Dalam bahasa Belanda, kehalian, kemampuan, kemahiran, dan keterampilan yang diperoleh menurut saluran biasa, yaitu menurut sistem pelajaran atau sistematik tertentu, disebut (kunde). Jika keahlian, kemahiran, kemampuan, dan keterampilan tidak dapat lagi ditelusuri berdasarkan saluran ilmu dan sistematik biasa maka disebut kuast ( seni).

Dalam dunia catur misalnya, anatoly karpov sering disebut seniman catur karena seluk beluk liku gerakan caturnya sering tidak bisa di ikuti secara teoritis, namun sering menang secara menajubkan. demikian pula David beckham, bintang tenar sepak bola inggris, yang terkenal dengan tendangan setengah lapangan untuk memasukan bola digawang lawan pada saat piala Dunia 1998, Karena keahlian, kemahiran, kemampuan, dan keterampilan dalam permainannya, sering menjadi bagian strategi untuk melumpuhkan lawannya. Demikian pula terhadap Rivaldo, Madonna, Mariah Carrey, Marion jone, David Coverfield, Evander Hollyfield, dan lain-lain.
            Berpijak tentang hal-hal yang telah dideskripsikan di atas, jelaslah bahwa seni dan ilmu terdapat dalam manajemen. Manajemen dapat dikuasai oleh dengan lapisan seni yang baik, atau sebaliknya manajemen dapat dikuasai oleh seni dengan lapisan ilmu yang baik. Dalam setiap aktivitas diperlukan ilmu dan seni.
            Transisi teknologi dunia terlalu cepat mengalami pergeseran, pada masa sekarang semakin menunjukkan pentingnya ilmu dalam manajemen. oleh karena itu, pengetahuan tambahan akan bermanfaat dan usaha itu harus terus dimotivasi. Meskipun demikian, seni manajemen harus dikenal sepenuhnya. pengembangan  seni ini dapat diperoleh melalui studi, observasi, dan praktik lapangan. Dalam seni manajemen terdapat perbedaan yang penting di antara para manajer perorangan. hal ini disebabkan adanya perubahan keputusan, pengertian,motif, dan kemampuan untuk bekerja sama dengan orang.
            G.R. Terry(1975:79) mengatakan, secara esensial seorang manajer adalah seorang ilmuwan dan seorang seniman. ia memerlukan suatu pengetahuan yang disusun menurut sistem yang memberikan kebenaran-kebenaran pokok yang dapat digunakan dalam mengoprasikan pkerjaannya. Pada waktu yang sama, manajer harus memberi ilham, membujuk, bermulut manis, mengajar, dan memikat orang lain berbobot maupun tidak berbobot untuk memberi pelayanan yang selaras dan menyumbangkan aktivitas individu dan aktifitas spesifik mereka kearah tujuan tertentu. Jenis aktivitas tersebut tidak dapat dibuat formulirnya atau dinyatakan sebagai suatu statistik dalam suatu daftar realisasi. Hal ini didasarkan atas perasaan naluri, dan dugaan mengenai aktivitas yang hendak dilakukan.

C. Manajemen Sebagai Suatu Profesi
Manajemen diartikan profesi karena manajemen membutuhkan keahlian tertentu dalam mencapai tujuan. Manajemen menurut parker (stoner dan freeman2000) ialah seni melaksanakan pekerjaan melalui orang-orang (the art of getting things done through poeple). Dalam jaman modern ini semua jenis kegiatan selalu harus diManagmenti, dalam arti aturan yang jelas, dan sekarang boleh dikata bahwa bidang Managment sudah merupakan suatu profesi bagi ahlinya. Mengapa demikian karena dalam kegiatan apapun pekerjaan harus dikerjakan secara efisien dan efektif, sehingga diperoleh masukan atau input yang besar. Seperti manajer, manajer memegang kendali yang amat penting dalam mewujudkan efektivitas organisas. Seberapa jau organisasi mencapai tujuannya dan memenuhi kebutuhan masyarakat, sangat bergantung pada baik tidaknya manajer organisasi yang bersangkutan mengoperasikan pekerjaanya, niscaya organisasi tersebut tidak akan berhasil mencapai tujuannya dengan baik pula. hampir sama dengan manajer yang berfungsi dalam organisasi, organisasi pun memiliki fungsi yang lebih luas dalam masyarakat. keberhasilan suatu organisasi yang merupakan suatu kelompok adalah suatu faktor kunci(key factor) dalam masyarakat.

Peter F. Drucker (1976) berpendapat bahwa prestasi seorang manajer dapat diukur berdasarkan dua konsep, yaitu efisiensi(efficiency)dan efektivitas(effectivity). Efisiensi berarti menjalankan pekerjaan dengan benar, sedangkan efektivitas berarti menjalankan pekerjaan yang benar. Efisiensi berarti kemampuan untuk melakukan pekerjaan dengan benar adalah suatu konsep masukan keluaran(input output). Seorang manajer yang efisien adalah manajer yang mencapai keluaran atau hasil yang maksimal. Manajer yang memiliki kemampuan untuk meminimumkan biaya simber daya yang digunakannya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan adalah manajer yang bertindak dengan efisien.

Edgar H Schein dalam bukunya yang berjudul organization socialization and the profession of Manajemen menguraikan karakteristik atau kriteria-kriteria sesuatu bisa dijadikan suatu profesi yaitu :

1. Para professional membuat keputusan atas dasar prinsip-prinsip umum yang berlaku dalam situasi dan lingkungan, hal ini banyak ditunjang dengan banyaknya pendidikan-pendidikan yang tujuannya mendidik siswanya menjadi seorang professional. Misalnya Akademi Pendidikan Profesi Manajemen, kursus-kursus dan program-program latihan dan lain sebagainya.
2. Para profesioal memperoleh status dengan cara mencapai suatu standar prestasi kerja tertentu, ini tidak didasarkan pada keturunan, favoritas, suku bangsa, agama dan kriteria-kriteria lainnya. Dan para professional harus ditentukan oleh suatu kode etik yang kuat.

D.   Proses Manajemen
            Suatu proses merupakan suatu rangkaian aktivitas yang satu sama lainnya saling bersusulan. Proses adalah suatu cara sistematis untuk menjalankan suatu pekerjaan. Proses manajemen adalah suatu rangkaian aktivitas yang harus dilakukan oleh seorang manajer dalam suatu organisasi. Rangkaian aktivitas dimaksudkan adalah merupakan fungsi seorang manajer tersebut membentukan suatu keseluruhannya.
            Kajian fungsi manajer secara gratis besarnya dapat dilihat dari dua arah, yaitu fungsi manajer kedalam organisasi dan fungsi manajer keluar organisasi. fungsi manajer kedalam organisasi dapat dilihat dari dua sudut beitkut.
1. Fungsi manajer dari sudut proses, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemotivasian, dan pengendalian. Fungsi manajer dari sudut proses merupakan tahapan aktivitas yang secara kontinu mutlak dioperasikan oleh manajer sebagaimana disajikan.Pendistribusian fungsi yang dimaksud meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemotivasian, dan pengadilan.

a.  Perencanaan (Planning)
Aktivitas perencanaan dilakukan untuk menetapkan sejumlah pekerjaan yang harus dilaksanakan kemudian. Sikap manajer di tuntut terlebih dahulu agar mereka membuat rencana tentang aktivitas yang harus dilakukan. Perancanaan tersebut merupakan aktivitas untuk memilih dan mehubungkan fakta serta aktivitas membuat dan menggunakan dugaan mengenai masa yang akan datang dalam hal merumuskan aktivitas yang direncanakan.

Tujuan dari setiap organisasi dalam proses perencanaan merupakan hal yang sangat penting karena tujuan inilah yang menjadi pegangan dalam aktivitas selanjutnya. Tujuan yang ingin direalisasikan tersebut harus tetap diperhatikan, dpedomani, dan dijadikan bacaan oleh setiap elemen organisasi, khususnya manajer yang memegang kemudi organisasi.

b. pengorganisasian (organizing)
Pengorganisasian sebagai fungsi manajemen yang kedua adalah organisasi, baik dalam arti statis maupun dinamis. Organisasi dalam arti statis adalah skema, bentuk, bagan yang menunjukkan hubungan diantara fungsi serta otoritas dan tanggungjawab yang berhubungan satu sama lain dari individu yang diberi tugas atau tanggung jawab atas setiap fungsi yang bersangkutan.

2. Fungsional manajer dari sudut spesialisasi kerja, yaitu keuangan, ketenaga kerjaan, pemasaran, pembelian, produksi, dan sejenisnya. Fungsi manajer dari sudut spesialisai kerja merupakan penerapan fungsi sesuai dengan bidang kerja yang ada dalam organisai. Fungsi yang dimaksud sebagai berikut
a. Fungsi keuangan
Dalam bidang keuangan, manajer harus berusaha agar posisi keuangan organisasinya setiap saat dapat memberikan dana dalam aktivitas secara rutin maupun berkala bekala.
b. Fungsi ketenagakerjaan
Dalam bidang ketenagakerjaan manajer harus berusaha agar bawahan selalu ada dalam kondisi moral dan disiplin kerja yang tinggi. Dengan kondisi moral dan disiplin yang tinggi, bawahan diharapkan mampu memberikan angka kontribusi produktivitas kerja yang tinggi pula. Dengan tingginya angka produktivitas kerja berarti organisasinya dapat mewujudkan tujuan.
c. Fungsi pemasaran
Dalam fungsi pemasaran, manajer harus berusaha agar pelaksanaan aktivitas organisasi yang mengarahkan arus barang dan jasa dari produsen kepada konsumen dapat memenuhi para konsumen dengan sebaik-baiknya.
d. Fungsi pembelian
Dalam bidang pembelian, manajer harus berusaha agar pembelian bahan baku dan bahan penolong dapat terjamin kualitasnya dan dengan harga yang serendah mungkin. Dengan demikian, bahan baku dan bahan penolong tersebut setelah diproses mampu memberikan keluaran produksi yang berkualitas.
e. Fungsi produksi
Dalam bidang produksi, manajer harus berusaha agar barang dapat diproduksikan dengan teknik yang berbelit. Dengan demikian, proses produksi tidak memerlukan alokasi dana dan waktu yang tinggi, serta kualitas produksi dapat terjamin. Secara singkat proses produktivitas dapat  dicapai secara efisien dan efektif.
            Dalam pelaksanaan fungsi lain yang ada pada organisasi, manajer harus berusaha agar spesialisai kerja yang lain dapat dilaksanakan sesuai dengan norma yang telah ditetapkan dan menuju kearah terwujudnya tujuan. Memang fungsi manajer dari sudut spesialisasi kerja antara organisasi yang satu dengan organisasi yang lain belum tentu sama. hal ini disebabkan banyaknya perbedaan motif usaha dari organisasi yang bersangkutan. Namun, mungkin saja terjadi spesialisasi kerja yang sama antar organisasi yang satu dengan organisasi yang lain apabila aktivitas organisasi tersebut memang sejenis.
Pelaksanaan fungsi manajer ke luar organisasi tidak selamanya harus sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Akan tetapi, seringkali timbul fungsi manajer secara spontanitas. Misalnya, adanya kunjungan pihak luar dalam organisasi, timbulnya kerja sama dengan pihak lain yang kesemuanya tidak direncanakan. Oleh karena itu, amat sulit kiranya mendetail jenis fungsi manajer keluar organisasi. Yang jelas secara grais besar, fungsi tersebut terbentuk komunikasi maupun kerja sama.

E.    Pentingnya Tujuan Dalam Manajemen
Setiap kegiatan yang dilakukan manusia diharapkan dapat mencapai tujuan yang diinginkan seperti kita ketahui tujuan dalam managment sangat penting karena tujuan tersebut dapat :
Terwujudnya suasana kerja yang aktif, inofatif, kreatif, efektif, menyenangkan dan bermakna bagi para karyawan atau anggota

Terciptanya karyawan atau anggota yang aktif mengemangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, keperibadian, kecerdasan, ahlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan Negara.
Terpenuhinya salah satu dari 4 (empat) kopetensi bekerja para anggota serta tertunjngnya kopetensi manajerial para atasan dan anggota sebagai manajer.
Tercapainya tujuan yang lebih efektif dan efisien dalam sebuah organisasi.
Terbekalinya tenaga profesional dengan teori tentang proses dan tugas administrasi kepemimpinan (tertunjangnya profesi sebagai manajer atau konsultan manajemen).
Teratasinya masalah mutu pekerjaan karena 80% adalah mutu para pekerja disebakan karena manajemen.
Berdasarkan tujuan tersebut dapat dipahami bahwa manajemen memiliki peranan penting dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan sejak awal.


BAB III
PENUTUP


KESIMPULAN
Berdasarkan uraian pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa : Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur. Istilah Managment (management) telah diartikan oleh berbagai pihak dengan perspektif yang berbeda.
Manajemen merupakan suatu ilmu dan seni, mengapa disebut demikian, sebab antara keduanya tidak bisa dipisahkan. Managment sebagai suatu ilmu pengetahuan, karena telah dipelajari sejak lama, dan telah diorganisasikan menjadi suatu teori.
Manajemen diartikan profesi karena manajemen membutuhkan keahlian tertentu dalam mencapai tujuan. Manajemen menurut parker (stoner dan freeman2000) ialah seni melaksanakan pekerjaan melalui orang-orang (the art of getting things done through poeple)
Tujuan dalam managment sangat penting karena tujuan tersebut dapat : Terwujudnya suasana kerjas yang aktif, inofatif, kreatif, efektif, menyenangkan dan bermakna bagi para karyawan atau anggota, Terciptanya karyawan atau anggota yang aktif mengemangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, keperibadian, kecerdasan, ahlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan Negara.


DAFTAR PUSTAKA

Hasibuan. 2005. Dasar-dasar manajemen,  Jakarta : Bumi Aksara
http://catatankecik.blogspot.com/2013/04/konsep-dasar-manajemen.html. Diakses pada 8 September 2013
Mahasiswa. 2009. Konsep Dasar Manajemen. http://centralmakalah.blogspot.com/2009/02/konsep-dasar-manajemen.html. Diakses pada 8 September 2013
Silalahi, 1996, Pengantar manajemen , teori dan praktek Jakarta : Rineka Cipta
Siswanto, HB.Dr. 2007. Pengantar manajemen¸ Jakarta : Bumi Aksara


Repeal Of The Luxury Tax

0 komentar

BAB I
PEMBAHASAN

Pada tahun 1990 pemerintahan Bush menetapkan 10 % Pajak barang mewah dari penjualan perhiasan dan pakaian yg berharga lebih dari $10.000, mobil yg berharga lebih dari $30.000, kapal yg berharga lebih dari $250.000 (kecuali kapal yg digunakan 80% untuk bisnis). Pajaknya dilakukan berbeda antara harga dengan dasar pajaknya, jadi pajak kapal pesiar seharga $1.000.000 adalah $90.000. pajak barang mewah adalah bagian dari UU pengurangan devisit tahun 1990. Dan dilihat bukan sebagai pendapatan tambahan tetapi simbol bahwa orang kaya harus membayar beban pajak lebih banyak hasil pajak pada tahun 1991 sebesar $250.000.000 dan $146.000.000 diawal pertengahan tahun 1992 dengan mayoritas pedapatannya dari penjualan mobil.
    Saat ekonomi melemah penjualan kapal sedikitnya $ 100.000 dan mulai menurun dari $16.000(1987)-$9100(1990) di tahun 1992 setelah pajak barang mewah diberlakukan hanya 4.200 kapal yg terjual. Penjualan kapal 35 fet atau lebih menurun dari 1300 (1989)-400 (1991) dengan pendapatan penjualan jatuh dari 2,5 miliar ke 800 juta. Industry pekerjaan menurun dari 600-400 ribu ditahun 1993. Kapal pesiar hateras dari Newbern north caroline mengalami 50 % penurunan penjualan dan dipaksa untuk mem PHK 1.800 tenaga kerjanya. Kapal pesiar Viking di New Jersey dipaksa untuk mem PHK tenaga kerjanya menjadi 65 orang. Pengusaha pabrik kapal pesiar dari Minnesota disconsine maine connectru dari Florida mengalami pemerosatan penjualan. Salah satu pelanggan setia berkata “saya tidak peduli berapa banyak yg kau habiskan untuk sebuah kapal, tetapi pajak seharga 190.000 adalah hal yg menggelikan”. Beberapa pembeli kapal pesiar mendaftarkan kapalnya di Bahama dan pulau Caiman untuk menghindari pajak penjualan daerah dan pajak barang mewah. Asosiasi nasional manufaktur dan anggotanya menyalahkan pajak barang mewah sebagai alasan penurunan pasar.
    Hal ini juga berdampak pada industry pesawat terbang juga mengalami hal yg sama seperti newstrealine yg merasa keberatan terhadap pajak. Penjualan mobil jaguar menurun sebesar 50 % dan perusahan tersebut memotong pajak barang mewahnya sebesar kurang lebih 3000 untuk pelanggan
    Pajak barang mewah dimasukkan kedalam tagihan pajak besar saat konfrensi pertimbangan komisi dan pesaing mendapat kesempatan untuk menentang hal tersebut dan pada akhirnya efeknya baru disadari golongan oposisi berkata ” maksud dari pajak adalah untuk memajaki orang kaya dan barang mewahnya. “ Kata juru bicara pulau Rode,  Jhon H.Chafe,” apa yang terjadi telah menyakiti pembuat barang mewah. Senator Robert Doleh dari Kenzas ( dimana industry pesawat terbang berlokasi, mengatakan banyak masyarakat kalangan menengah kehilangan pekerjaan mereka.
    Orang-orang yang menentang pajak menekan dikongres pemerintahan bush dan senator dole mengajukan penghapusan pajak. Penghapusan pajak dimasukkan dalam UU yang lebih luas. Kongres tidak berhasil mencapai mufakat. Pesaing melihat peluang lain pada musim seni ditahun 1993 saat presiden chinton mendorong pengurangan defisit yang masuk meningkatkan pendapatan pajak pribadi dan perusahaan untuk menambah kekuatan pajak 

BAB II
PERTANYAAN

1. Gunakan analisis permintaan dan penawaran untuk mengidentifikasi kasus pajak barang mewah untuk biaya produsen dan keuntungan konsumen ?
Jawab :
Pada kasus ini, ketika pajak pada barang-barang mewah diberlakukan, maka harga jual pun semakin mahal. Sehingga permintaan para konsumen semakin menurun karena pendapatan yang semakin berkurang akibat terjadinya pemutusan hubungan kerja dimana mana. Yang juga mengakibatkan penawaran meningkat sebab produsen berlomba-lomba memasarkan barangnya dengan standar harga yang sedang meningkat. Dalam hal ini produsen konsumen keduanya dirugikan karena dari sisi produsen mengalami perubahan harga karena pajak sedangkan konsumen menanggung pajak barang mewah yang dimilikinya.

2. Apakah konsumen atau produsen barang mewah lebih aktif berpolitik dalam kasus ini ? kenapa ?
Jawab :
Dalam hal ini Produsen yang lebih aktif dalam berpolitik, karena mereka harus tetap menarik minat konsumen untuk tetap membeli barang produksi  walaupun dengan pajak yang tinggi.

3. Apakah kepentingan perusahaan Mobil USA selaras dengan perusahaan pembuat kapal pesiar?
Jawab:
Kepentingan perusahaan mobil USA sama dengan perusahaan pembuat kapal pesiar, karena mereka sama-sama menginginkan adanya penghapusan pajak barang mewah agar penjualan menjadi stabil.

4. Apakah Penolakan dari kebijakan Pajak barang mewah bisa berhasil?
Jawab:
Penolakan atas penghapusan kebijakan pajak barang mewah tidak berhasil mencapai mufakat dalam kongres The Bush Administration. Karena ada peluang lain Pada musim semi di tahun 1993 saat presiden Clinton mendorong pengurang defisit yang masuk untuk meningkatkan pendapatan pajak pribadi dan perusahaan untuk menambah kekuatan pajak.


BAB III
PENUTUP

KesimpulanDari hasil Pembahsan Kasus Penolakan kebijakan pajak barang Mewah dapat ditarik kesimpulan yaitu:
  • Dalam hal ini Produsen yang lebih aktif dalam berpolitik, karena mereka harus tetap menarik minat konsumen untuk tetap membeli barang produksi  walaupun dengan pajak yang tinggi.
  • Ketika pajak pada barang-barang mewah diberlakukan, maka harga jual pun semakin mahal. Sehingga permintaan para konsumen semakin menurun karena pendapatan yang semakin berkurang akibat terjadinya pemutusan hubungan kerja dimana mana. Yang juga mengakibatkan penawaran meningkat sebab produsen berlomba-lomba memasarkan barangnya dengan standar harga yang sedang meningkat. Dalam hal ini produsen konsumen keduanya dirugikan karena dari sisi produsen mengalami perubahan harga karena pajak sedangkan konsumen menanggung pajak barang mewah yang dimilikinya.